Kalau saya lewat Mojokerto, pasti saya tidak akan melewatkan makan di Depot Anda. For your info ladies and gentleman, Depot Anda terletak di Jalan Bhayangkara dekat dengan stasiun kota Mojokerto. Mudah dicari kok, dari sejak masuk kota Mojokerto, kalau Anda tanya abang-abang pinggir jalan pun, mereka sudah bisa menunjukkan arah menuju Depot Anda.
Pesanan saya biasanya sop buntut goreng. Pernah coba rawon iga, namun pilihan tetap kembali ke sop buntut goreng. Rawonnya kurang mlekoh. Cenderung lebih bening. Rasa kluweknya kurang macho. Kurang garang. Masih lebih jago rawon taman bungkul.
Mari kembali ke sop buntut goreng. Satu porsi sop buntut yang mak nyuss itu terdiri dari 3-4 potong buntut goreng dengan gumpalan daging bohay yang melekat di sela-sela tulang buntut [apa dong istilahnya tulang buntut?]. Ditotol garpu saja sudah amburadul. Gurih dan sedikit berminyak dengan lemak yang minimalis. Kuah sop dihidangkan dalam mangkuk terpisah. Kaya dengan rasa dan aroma bawang. Beberapa iris wortel dan kubis. Lagi-lagi kuahnya sedikit berminyak.
Yang menarik, untuk setiap porsi sop buntut goreng, akan diberikan satu iris jeruk dan semangkuk kecil sambal kecap yang disuguhkan secara individual. Jadi tidak perlu berebut dengan teman makan lainnya. Sambal kecapnya enak, gak tau merek kecapnya apa. Pedasnya pas. Ah, pokoknya bikin air liur mengalir bergalon-galon deh pokoknya.
Denger denger sih ini Depot sudah lama berdiri. Jadi boleh deh dimasukkan kekayaan kuliner mojokerto. Dan kita, generasi muda dan gaul, jangan lupa untuk ikut melestarikannya. Yuukkkk! O iya, satu porsi sop buntut goreng dihargai 24 ribu perak. Mahal? relatif. Yang bikin pegel adalah kita harus ke mojokerto untuk mencicipinya.
Mari kembali ke sop buntut goreng. Satu porsi sop buntut yang mak nyuss itu terdiri dari 3-4 potong buntut goreng dengan gumpalan daging bohay yang melekat di sela-sela tulang buntut [apa dong istilahnya tulang buntut?]. Ditotol garpu saja sudah amburadul. Gurih dan sedikit berminyak dengan lemak yang minimalis. Kuah sop dihidangkan dalam mangkuk terpisah. Kaya dengan rasa dan aroma bawang. Beberapa iris wortel dan kubis. Lagi-lagi kuahnya sedikit berminyak.
Denger denger sih ini Depot sudah lama berdiri. Jadi boleh deh dimasukkan kekayaan kuliner mojokerto. Dan kita, generasi muda dan gaul, jangan lupa untuk ikut melestarikannya. Yuukkkk! O iya, satu porsi sop buntut goreng dihargai 24 ribu perak. Mahal? relatif. Yang bikin pegel adalah kita harus ke mojokerto untuk mencicipinya.
This entry was posted
on Sunday, February 17, 2008
and is filed under
casual dinning
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.

2 komentar